Rizqi fauzi reza B. E.
Pengertian Fiberglas
Fiberglass adalah serat kaca yang berasal dari kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini lalu dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi seperti kain. Lalu, diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi.
Banyak orang yang menganggap fiberglass ini mudah pecah karena bahannya dari kaca. Namun, setelah diolah dengan berbagai macam proses penekanan, cairan atau bubuk kaca berubah menjadi serat. Proses inilah yang membuat kaca menjadi serat yang kuat dan tidak mudah pecah.
Kegunaan Fiberglass
Fiberglass ini mempunyai sejarah, yang di gunakan untuk keperluan perang. Tapi, seiring dengan perkembangan jaman, teknologi, dan inovasi sudah mulai mengalami peningkatan fungsi sebagai bahan pembuatan atap, mobil, perahu, tangki air, perahu, payung promosi, dan sejenisnya. Sifat mekanik fiberglas tergantung dari beberapa faktor, seperti jenis serat, orientasi, dan desainnya.
Bahan Dasar Fiberglas
Resin, resin adalah bahan kimia yang berbentuk cair, yang menyerupai minyak goreng tapi berbentuk kental.
Katalis, cairan ini bisa di bilang pendamping setia resin, cairan ini biasanya berwarna bening dan berbau sengak. Semakin banyak katalis, maka akan semakin cepat adonan mengeras. Caran ini jika mengenai kulit akan terasa panas.
Kalsium Karbonat, Bahan ini berbentuk bubuk yang berwarna putih menyerupai tepung terigu. Bahan ini berfungsi sebagai pengental adonan fiberglas utama (resin, katalis, dll) Semakin banyak campuran Kalsium Karbonat pada adonan, maka hasil fiberglass akan menjadi lebih tebal dan berat. Bahan ini dapat diganti dengan Talc, tetapi warna Talc agak lebih gelap.
Met/ Matt, bahan ini merupakan bahan serat kaca. Bahan ini berfungsi sebagai serat penguat adonan fiberglass ketika akan dicetak, agar hasilnya menjadi lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bentuk met bermacam-macam, ada yang mirip bihun, kain, karung dan sarang lebah. Tetapi yang sering kita jumpai di pasar yang berbentuk seperti bihun
Kobalt, Kobalt adalah bahan kimia yang berbentk cair, berwarna biru mirip tinta dan mempunyai aroma tidak sedap. Cairan ini digunakan untuk tambahan campuran adonan resin dan katalis, agar adonan lebih merekat pada met dan mempercepat pengerasan adonan fiber
Terlalu banyak menambahkan Kobalt dapat mengakibatkan hasil fiber yang getas (rapuh).Wold (Mold Release), Bahan ini berbentuk seperti mentega/keju ketika masih di dalam wadahnya, yang berfungsi sebagai pelicin pada tahap pencetakan yang menggunakan mal/molding, agar antara molding dengan hasil cetakan tidak saling merekat, sehingga dengan mudah dapat dilepaskan.
Proses Pembuatan Fiberglas
Cara pembuatan fiberglas ini ada 3, yaitu:
Mencampur 6 bahan utama menjadi bahan dasaran
Membuat campuran penguat, dan
Finishing atau penyempurnaan
Agar dapat dihasilkan kualitas Fiberglass yang kuat,campuran bahan untuk master cetakan harus lebih tebal dari pada Fiberglass hasil, yaitu sekitar 2-3 mm atau dilakukan 3-4 kali pelapisan.
Fiberglass adalah serat kaca yang berasal dari kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini lalu dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi seperti kain. Lalu, diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi.
Banyak orang yang menganggap fiberglass ini mudah pecah karena bahannya dari kaca. Namun, setelah diolah dengan berbagai macam proses penekanan, cairan atau bubuk kaca berubah menjadi serat. Proses inilah yang membuat kaca menjadi serat yang kuat dan tidak mudah pecah.
Kegunaan Fiberglass
Fiberglass ini mempunyai sejarah, yang di gunakan untuk keperluan perang. Tapi, seiring dengan perkembangan jaman, teknologi, dan inovasi sudah mulai mengalami peningkatan fungsi sebagai bahan pembuatan atap, mobil, perahu, tangki air, perahu, payung promosi, dan sejenisnya. Sifat mekanik fiberglas tergantung dari beberapa faktor, seperti jenis serat, orientasi, dan desainnya.
Bahan Dasar Fiberglas
Resin, resin adalah bahan kimia yang berbentuk cair, yang menyerupai minyak goreng tapi berbentuk kental.
Katalis, cairan ini bisa di bilang pendamping setia resin, cairan ini biasanya berwarna bening dan berbau sengak. Semakin banyak katalis, maka akan semakin cepat adonan mengeras. Caran ini jika mengenai kulit akan terasa panas.
Kalsium Karbonat, Bahan ini berbentuk bubuk yang berwarna putih menyerupai tepung terigu. Bahan ini berfungsi sebagai pengental adonan fiberglas utama (resin, katalis, dll) Semakin banyak campuran Kalsium Karbonat pada adonan, maka hasil fiberglass akan menjadi lebih tebal dan berat. Bahan ini dapat diganti dengan Talc, tetapi warna Talc agak lebih gelap.
Met/ Matt, bahan ini merupakan bahan serat kaca. Bahan ini berfungsi sebagai serat penguat adonan fiberglass ketika akan dicetak, agar hasilnya menjadi lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bentuk met bermacam-macam, ada yang mirip bihun, kain, karung dan sarang lebah. Tetapi yang sering kita jumpai di pasar yang berbentuk seperti bihun
Kobalt, Kobalt adalah bahan kimia yang berbentk cair, berwarna biru mirip tinta dan mempunyai aroma tidak sedap. Cairan ini digunakan untuk tambahan campuran adonan resin dan katalis, agar adonan lebih merekat pada met dan mempercepat pengerasan adonan fiber
Terlalu banyak menambahkan Kobalt dapat mengakibatkan hasil fiber yang getas (rapuh).Wold (Mold Release), Bahan ini berbentuk seperti mentega/keju ketika masih di dalam wadahnya, yang berfungsi sebagai pelicin pada tahap pencetakan yang menggunakan mal/molding, agar antara molding dengan hasil cetakan tidak saling merekat, sehingga dengan mudah dapat dilepaskan.
Proses Pembuatan Fiberglas
Cara pembuatan fiberglas ini ada 3, yaitu:
Mencampur 6 bahan utama menjadi bahan dasaran
Membuat campuran penguat, dan
Finishing atau penyempurnaan
Agar dapat dihasilkan kualitas Fiberglass yang kuat,campuran bahan untuk master cetakan harus lebih tebal dari pada Fiberglass hasil, yaitu sekitar 2-3 mm atau dilakukan 3-4 kali pelapisan.

Komentar
Posting Komentar